Makam Raja-Raja di Imogiri
A.
Pendahuluan
Makam
Imogiri merupakan makam yang berada di lokasi Imogiri, Bantul, Yogyakarta.
Makam ini dianggap suci karena yang dimakamkan di pemakaman ini adalah raja
raja dari Kesultanan Mataram. Makam ini dibangun pada tahun 1632 oleh Sultan
Mataram III Kanjeng Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo yang merupakan keturunan
dari Panembahan Senopati Raja Mataram I. Makam ini terpecah menjadi 2 bagian.
Bagian barat digunakan sebagai tempat pemakaman raja yang berasal dari
Kasunanan Surakarta sedangkan bagian timur digunakan sebagai tempat pemakaman
raja yang berasal dari Kasultanan Yogyakarta.
Raja
yang pertama kali dimakamkan di makam ini yaitu Kanjeng Sultan Agung Prabu
Hanyokrokusumo. Sebelum beliau wafat, beliau telah memutuskan bahwa Imogiri
akan menjadi makamnya kelak ia wafat. Sampai saat ini Raja Kasultanan
Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta yang wafat, dimakamkan di makam ini. Di
pemakaman Imogiri ini terdapat 8 tempat, dan dari 8 tempat tersebut terbagi
menjadi 3 bagian. Untuk raja dari Yogyakarta terdapat 3 kraton, dari Surakarta
3 kraton, dan sisanya untuk raja mataram. Untuk sekarang ini raja yang telah
dimakamkan di makam Imogiri ini sudah terdapat 24 raja.
Makam
Imogiri ini, jika dihitung memiliki sekitar 350 anak tangga, dari pintu masuk
pertama sampai pintu masuk kedua. Di pintu kedua makam ini terdapat 3 bangsal
atau gapura, yaitu :
Yang
pertama adalah Bangsal Sapit Urang. Bangsal Sapit Urang adalah bangsal yang
dipergunakan oleh para abdi dalem keraton Jogja. Di samping utara Bangsal Sapit
Urang terdapat makam raja. Namun harus melewati 4 pintu lagi dengan jumlah 99
anak tangga. Makam yang ada didalamnya adalah makam milik raja sebagai berikut
:
1.
Kanjeng Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo
Beliau
adalah raja yang pertama kali dimakamkan dimakam Imogiri ini. Makam beliau
sangat istimewa karena sampai sekarang ini tanah di makam tersebut berbau
harum. Dan istimewanya lagi, bau harum tersebut hanya ada di makam itu saja.
2. Amangkurat II
Beliau
adalah pendiri sekaligus raja pertama Kasunanan Kartasura sebagai kelanjutan
Kesultanan Mataram, yang memerintah tahun 1677-1703.
3. Amangkurat III
Beliau
adalah raja Kasunanan Kartasura yang memerintah antara tahun 1703– 1705.
Disamping
itu istri dari raja raja tersebut juga dimakamkan dibagian yang sama. Namun
tidak bersebelahan dengan makam sang suami.
.
Yang kedua adalah Bangsal Hamengkubuwono untuk para Raja Yogyakarta. Pada
bangsal ini terbagi menjadi dua yaitu dengan sebutan Kasuwargan, Besiaran, dan
Saptorenggo.
Untuk
makam Kasuwargan yaitu :
1.
Sultan Hamengku Buwono I
2.
Sultan Hamengku Buwono II
3.
Sultan Hamengku Buwono III
Untuk
makam Besiaran yaitu :
1.
Sultan Hamengku Buwono IV
2.
Sultan Hamengku Buwono V
3.
Sultan Hamengku Buwono VI
Dan yang terakhir
makam Saptonegoro, yaitu :
1.
Sultan
Hamengku Buwono VII
2.
Sultan Hamengku Buwono VIII
3.
Sultan
Hamengku Buwono IX
Yang ketiga ialah Bangsal
Pakubuwono untuk para Raja dari Keraton Solo.
Dalam bangsal ini terdapat makam
Raja-raja dari Keraton Solo.
Untuk
memasuki makam yang dianggap suci ini tentu saja memiliki syarat syarat yang
harus dan wajib dilaksanakan, salah satunya ialah pakaian. Untuk pria wajib
memakai pakaian adat Jawa atau juga bisa menggunakan baju pranakan dan blankon.
Sedangkan untuk wanita diwajibkan untuk menggunakan kemben dan dengan sanggul,
baik itu sanggul malang maupun tekuk. Selain itu perhiasan juga harus dilepas,
seperti kalung dan juga gelang. Syarat tersebut sudah menjadi adat bagi para
abdi dalem atau juru kunci makam tersebut.
Selain
itu, ada juga Upacara Adat Nguras Enceh atau mengganti air gentong. Upacara
adat ini dilakukan pada bulan Sura khususnya pada hari Jum’at Kliwon atau
Selasa Kliwon. Enceh atau gentong yang ada di makam ini berjumlah 4, yaitu :
1.
Nyai Danumurti
Berasal dari pemberian Kerajaan Sriwijaya
Palembang
2.
Nyai Danumaya
Berasal dari pemberian Kerajaan Samudra
Pasai, Aceh
3.
Kyai
Mendung
Berasal dari pemberian Kerajaan Ngerum
Turki
4.
Nyai Siam
Berasal dari Kerajaan Siam, Thailand
Sebagian
orang meyakini bahwa air yang ditampung di dalam keempat gentong tersebut
memiliki banyak khasiat. Banyak orang yang percaya bahwa jika meminum air dalam
gentong itu akan selamat dari marabahaya, sembuh penyakitnya, bahkan dipercaya
memberi berkah pada kehidupan. Oleh karena itu, banyak di antara peziarah yang
berkunjung ke kompleks Makam Raja-raja Mataram di Imogiri menyempatkan diri
untuk meminum air dari gentong-gentong itu, bahkan tidak jarang mengambil
sedikit untuk dibawa pulang.
B.
Faktor pendorong wisatawan berkunjung ke makam
Pengunjung
makam Imogiri tentunya sangat banyak, baik itu wisatawan asing maupun domestic.
Wisatawan yang datang ke makam Imogiri tentunya memiliki maksud dan tujuan
tertentu. Diantaranya :
- Ingin mengetahui sejarah makam raja-raja di Imogiri
- Menambah wawasan tentang pembelajaran sejarah
- Meminta air dari gentong atau enceh karena, konon katanya air dari enceh tersebut dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan membawa berkah.
4. Mendoakan arwah arwah yang ada di makam tersebut.
C.
Tindakan tradisional yang biasa dilakukan oleh para pengunjung
Pengunjung
yang datang ke makam Imogiri kebanyakan untuk berziarah ke makam Sultan Agung.
Pengunjung disana masih mempercayai hal-hal yangbersifat magis. Kepercayaan
tersebut dapat dilihat dari kebiasaan yang dilakukan oleh pengunjung seperti
membakar menyan atau dupa, menyebar bunga mawar di sekitar makam dan tahlilan
atau yasinan. Selain itu, kebiasaan yang dilakukan oleh pengunjung adalah
menggunakan pakaian yang telah ditentukan, selain menjadi kebiasaan hal
tersebut sudah menjadi syarat yang diwajibkan untuk memasuki makam. Untuk pria
wajib memakai pakaian adat Jawa atau juga bisa menggunakan baju pranakan dan
blankon. Sedangkan untuk wanita diwajibkan untuk menggunakan kemben dan dengan
sanggul, baik itu sanggul malang maupun tekuk. Tetapi jika berambut pendek
boleh untuk tidak memakai.
D. Faktor Abdi Dalem
tetap bertahan dengan profesi itu
Gaji
seorang abdi dalem memanglah tidak seberapa. Namun mereka bertahan dengan
perofesi tersebut tentunya memiliki suatu alasan tersendiri. Menurut wawancara
yang telah kami lakukan para abdi dalem bertahan karena mereka berharap akan
tuah yang dimiliki oleh raja-raja yang dimakamkan disana terutama Sultan Agung.
Mereka ingin mendapatkan kepandaian, kekayaan, dan kesaktian yang dimiliki oleh
raja-raja dimakam tersebut. Lalu daripada itu mereka juga ingin mengabdi pada
raja-raja tersebut.
Selain
menjadi abdi dalem, ternyata mereka juga memiliki pekerjaan lain, seperti
berdagang, berkebun, berternak dll. Hal itu dikarenakan gaji yang diterima oleh
abdi dalem tentu saja belum cukup untuk
kehidupan mereka sehari-hari. Apalagi yang menjadi abdi dalem disana kebanyakan
para lansia. Sehingga harus menghidupi keluarganya.
E. Letak letak Makam
Raja di Pemakaman Imogiri
Makam-makam
raja di Pemakaman Imogiri ini diletakkan sesuai dengan silsilah yang ada. Semua
makam diletakkan dengan sangat terperinci. Terutama makam Kanjeng Sultan Agung
Prabu Hanyokrokusumo yang terletak di sebelah utara Bangsal Sapit Urang.
Selain
itu dimakam ini terdapat makam yang sangat unik. Makam ini berbeda dari yang
lain karena satu pemakaman dipisah menjadi 3 bagian, ini adalah makam Tumenggung
Endranata. Makam dibagi menjadi 3 bagian karena dahulu beliau dipenggal
kepalanya.
Konon
katanya, ketika Kerajaan Mataram ingin menguasai Jayakarta, pengkhianat
Tumenggung Endranata membocorkan rahasia yang dimiliki oleh Kerajaan Mataram.
Tumenggug Endranata memberitahukan kepada Belanda bahwa Kerajaan Mataram ingin
menguasai Jayakarta dan memeberitahu keberadaan lumbung pangan prajurit
Kerajaan Mataram. Sebab itulah sang pengkhianat kerajaan ditangkapdan dipenggal
kepalanya. Kemudian makam yang dipisah menjadi 3 tersebut ialah bagian dari
tubuh Tumenggung Endranata. Bagian-bagiannya ialah sebagai berikut :
- Bagian kepalanya dikubur pada Gapura Sapit Urang, tepatnya pada bagian tengah.
- Tubuhnya dikubur ditangga bawah dekat Gapura Sapit Urang atau pada bagian salah satu anak tangga yang permukaannya tidak datar atau tidak rata. Hal ini bertujuan supaya pengunjung menginjak tangga makam pengkhianat tersebut.
- Bagian kakinya dikubur ditengah kolam
D. Manfaat berkunjung
ke Makam Imogiri
Setelah berkunjung ke
Makam Imogiri tentunya ada sesuatu yang berbeda, mulai dari apa yang tidak kita
tahu hingga menjadi tahu. Tentunya kita merasa menjadi lebih menghormati para
pejuang-pejuang yang telah gugur saat membela nusantara. Selain itu kita juga
mendapat pelajaran hidup yang sangat berharga dari pengkhianatan yang dilakukan
oleh Tumenggung Endranata. Hal tersebut dapat menjadikan kita agar senantiasa
berhati-hati jika melakukan suatu tindakan. Bahkan dari abdi dalem tersebut
juga dapat dipetik hikmahnya, mulai dari setia mengabdi, hidup sederhana dan
apa adanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar