Rabu, 24 Februari 2016

Laporan sejarah makam imogiri


Makam Raja-Raja di Imogiri






A. Pendahuluan

Makam Imogiri merupakan makam yang berada di lokasi Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Makam ini dianggap suci karena yang dimakamkan di pemakaman ini adalah raja raja dari Kesultanan Mataram. Makam ini dibangun pada tahun 1632 oleh Sultan Mataram III Kanjeng Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo yang merupakan keturunan dari Panembahan Senopati Raja Mataram I. Makam ini terpecah menjadi 2 bagian. Bagian barat digunakan sebagai tempat pemakaman raja yang berasal dari Kasunanan Surakarta sedangkan bagian timur digunakan sebagai tempat pemakaman raja yang berasal dari Kasultanan Yogyakarta.

Raja yang pertama kali dimakamkan di makam ini yaitu Kanjeng Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo. Sebelum beliau wafat, beliau telah memutuskan bahwa Imogiri akan menjadi makamnya kelak ia wafat. Sampai saat ini Raja Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta yang wafat, dimakamkan di makam ini. Di pemakaman Imogiri ini terdapat 8 tempat, dan dari 8 tempat tersebut terbagi menjadi 3 bagian. Untuk raja dari Yogyakarta terdapat 3 kraton, dari Surakarta 3 kraton, dan sisanya untuk raja mataram. Untuk sekarang ini raja yang telah dimakamkan di makam Imogiri ini sudah terdapat 24 raja.

Makam Imogiri ini, jika dihitung memiliki sekitar 350 anak tangga, dari pintu masuk pertama sampai pintu masuk kedua. Di pintu kedua makam ini terdapat 3 bangsal atau gapura, yaitu :

Yang pertama adalah Bangsal Sapit Urang. Bangsal Sapit Urang adalah bangsal yang dipergunakan oleh para abdi dalem keraton Jogja. Di samping utara Bangsal Sapit Urang terdapat makam raja. Namun harus melewati 4 pintu lagi dengan jumlah 99 anak tangga. Makam yang ada didalamnya adalah makam milik raja sebagai berikut :

1. Kanjeng Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo

Beliau adalah raja yang pertama kali dimakamkan dimakam Imogiri ini. Makam beliau sangat istimewa karena sampai sekarang ini tanah di makam tersebut berbau harum. Dan istimewanya lagi, bau harum tersebut hanya ada di makam itu saja.

                        2. Amangkurat II

Beliau adalah pendiri sekaligus raja pertama Kasunanan Kartasura sebagai kelanjutan Kesultanan Mataram, yang memerintah tahun 1677-1703.

                        3. Amangkurat III

Beliau adalah raja Kasunanan Kartasura yang memerintah antara tahun 1703– 1705.

Disamping itu istri dari raja raja tersebut juga dimakamkan dibagian yang sama. Namun tidak bersebelahan dengan makam sang suami.

. Yang kedua adalah Bangsal Hamengkubuwono untuk para Raja Yogyakarta. Pada bangsal ini terbagi menjadi dua yaitu dengan sebutan Kasuwargan, Besiaran, dan Saptorenggo.

Untuk makam Kasuwargan yaitu :

1. Sultan Hamengku Buwono I

2. Sultan Hamengku Buwono II

3. Sultan Hamengku Buwono III

Untuk makam Besiaran yaitu :

1. Sultan Hamengku Buwono IV

2. Sultan Hamengku Buwono V

3. Sultan Hamengku Buwono VI

Dan yang terakhir makam Saptonegoro, yaitu :

1. Sultan Hamengku Buwono VII

2. Sultan Hamengku Buwono VIII

3. Sultan Hamengku Buwono IX

                        Yang ketiga ialah Bangsal Pakubuwono untuk para Raja dari Keraton Solo.

            Dalam bangsal ini terdapat makam Raja-raja dari Keraton Solo.

Untuk memasuki makam yang dianggap suci ini tentu saja memiliki syarat syarat yang harus dan wajib dilaksanakan, salah satunya ialah pakaian. Untuk pria wajib memakai pakaian adat Jawa atau juga bisa menggunakan baju pranakan dan blankon. Sedangkan untuk wanita diwajibkan untuk menggunakan kemben dan dengan sanggul, baik itu sanggul malang maupun tekuk. Selain itu perhiasan juga harus dilepas, seperti kalung dan juga gelang. Syarat tersebut sudah menjadi adat bagi para abdi dalem atau juru kunci makam tersebut.

Selain itu, ada juga Upacara Adat Nguras Enceh atau mengganti air gentong. Upacara adat ini dilakukan pada bulan Sura khususnya pada hari Jum’at Kliwon atau Selasa Kliwon. Enceh atau gentong yang ada di makam ini berjumlah 4, yaitu :

1. Nyai Danumurti

   Berasal dari pemberian Kerajaan Sriwijaya Palembang

2. Nyai Danumaya

    Berasal dari pemberian Kerajaan Samudra Pasai, Aceh

3. Kyai Mendung

    Berasal dari pemberian Kerajaan Ngerum Turki

4. Nyai Siam

    Berasal dari Kerajaan Siam, Thailand

     

Sebagian orang meyakini bahwa air yang ditampung di dalam keempat gentong tersebut memiliki banyak khasiat. Banyak orang yang percaya bahwa jika meminum air dalam gentong itu akan selamat dari marabahaya, sembuh penyakitnya, bahkan dipercaya memberi berkah pada kehidupan. Oleh karena itu, banyak di antara peziarah yang berkunjung ke kompleks Makam Raja-raja Mataram di Imogiri menyempatkan diri untuk meminum air dari gentong-gentong itu, bahkan tidak jarang mengambil sedikit untuk dibawa pulang.

B. Faktor pendorong wisatawan berkunjung ke makam

Pengunjung makam Imogiri tentunya sangat banyak, baik itu wisatawan asing maupun domestic. Wisatawan yang datang ke makam Imogiri tentunya memiliki maksud dan tujuan tertentu. Diantaranya :

  1. Ingin mengetahui sejarah makam raja-raja di Imogiri
  2. Menambah wawasan tentang pembelajaran sejarah
  3. Meminta air dari gentong atau enceh karena, konon katanya air dari enceh                                                  tersebut dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan membawa berkah.

4.  Mendoakan arwah arwah yang ada di makam tersebut.



C. Tindakan tradisional yang biasa dilakukan oleh para pengunjung



                              

Pengunjung yang datang ke makam Imogiri kebanyakan untuk berziarah ke makam Sultan Agung. Pengunjung disana masih mempercayai hal-hal yangbersifat magis. Kepercayaan tersebut dapat dilihat dari kebiasaan yang dilakukan oleh pengunjung seperti membakar menyan atau dupa, menyebar bunga mawar di sekitar makam dan tahlilan atau yasinan. Selain itu, kebiasaan yang dilakukan oleh pengunjung adalah menggunakan pakaian yang telah ditentukan, selain menjadi kebiasaan hal tersebut sudah menjadi syarat yang diwajibkan untuk memasuki makam. Untuk pria wajib memakai pakaian adat Jawa atau juga bisa menggunakan baju pranakan dan blankon. Sedangkan untuk wanita diwajibkan untuk menggunakan kemben dan dengan sanggul, baik itu sanggul malang maupun tekuk. Tetapi jika berambut pendek boleh untuk tidak memakai.

D. Faktor Abdi Dalem tetap bertahan dengan profesi itu

Gaji seorang abdi dalem memanglah tidak seberapa. Namun mereka bertahan dengan perofesi tersebut tentunya memiliki suatu alasan tersendiri. Menurut wawancara yang telah kami lakukan para abdi dalem bertahan karena mereka berharap akan tuah yang dimiliki oleh raja-raja yang dimakamkan disana terutama Sultan Agung. Mereka ingin mendapatkan kepandaian, kekayaan, dan kesaktian yang dimiliki oleh raja-raja dimakam tersebut. Lalu daripada itu mereka juga ingin mengabdi pada raja-raja tersebut.

Selain menjadi abdi dalem, ternyata mereka juga memiliki pekerjaan lain, seperti berdagang, berkebun, berternak dll. Hal itu dikarenakan gaji yang diterima oleh abdi dalem  tentu saja belum cukup untuk kehidupan mereka sehari-hari. Apalagi yang menjadi abdi dalem disana kebanyakan para lansia. Sehingga harus menghidupi keluarganya.

E. Letak letak Makam Raja di Pemakaman Imogiri

              

Makam-makam raja di Pemakaman Imogiri ini diletakkan sesuai dengan silsilah yang ada. Semua makam diletakkan dengan sangat terperinci. Terutama makam Kanjeng Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo yang terletak di sebelah utara Bangsal Sapit Urang.

Selain itu dimakam ini terdapat makam yang sangat unik. Makam ini berbeda dari yang lain karena satu pemakaman dipisah menjadi 3 bagian, ini adalah makam Tumenggung Endranata. Makam dibagi menjadi 3 bagian karena dahulu beliau dipenggal kepalanya.

Konon katanya, ketika Kerajaan Mataram ingin menguasai Jayakarta, pengkhianat Tumenggung Endranata membocorkan rahasia yang dimiliki oleh Kerajaan Mataram. Tumenggug Endranata memberitahukan kepada Belanda bahwa Kerajaan Mataram ingin menguasai Jayakarta dan memeberitahu keberadaan lumbung pangan prajurit Kerajaan Mataram. Sebab itulah sang pengkhianat kerajaan ditangkapdan dipenggal kepalanya. Kemudian makam yang dipisah menjadi 3 tersebut ialah bagian dari tubuh Tumenggung Endranata. Bagian-bagiannya ialah sebagai berikut :

  1. Bagian kepalanya dikubur pada Gapura Sapit Urang, tepatnya pada bagian tengah.
  2. Tubuhnya dikubur ditangga bawah dekat Gapura Sapit Urang atau pada bagian salah satu anak tangga yang permukaannya tidak datar atau tidak rata. Hal ini bertujuan supaya pengunjung menginjak tangga makam pengkhianat tersebut.
  3. Bagian kakinya dikubur ditengah kolam


D. Manfaat berkunjung ke Makam Imogiri
Setelah berkunjung ke Makam Imogiri tentunya ada sesuatu yang berbeda, mulai dari apa yang tidak kita tahu hingga menjadi tahu. Tentunya kita  merasa menjadi lebih menghormati para pejuang-pejuang yang telah gugur saat membela nusantara. Selain itu kita juga mendapat pelajaran hidup yang sangat berharga dari pengkhianatan yang dilakukan oleh Tumenggung Endranata. Hal tersebut dapat menjadikan kita agar senantiasa berhati-hati jika melakukan suatu tindakan. Bahkan dari abdi dalem tersebut juga dapat dipetik hikmahnya, mulai dari setia mengabdi, hidup sederhana dan apa adanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar